crown

zarryhendrik:

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini…

Tulislah namaku di hatimu, jangan memahatnya. Supaya jika kelak kita dipisahkan, kau tidak melukai diri sendiri untuk menghapus namaku.
(via zarryhendrik)

berimpitan di dalam sebuah komunitas, dimana berisikan spesies berbeda, suara hati berbeda walaupun satu tujuan, tetap saja dibenci dicaci adalah resikonya. cukup diam dan tak usah banyak berkomentar. untuk yang membenci dan mencaci kalian tak lebih dari seorang pengecut yang pintar berkomentar namun terlihat bodoh dalam berkaca jika kalian hanya bisa berkata di belakang punggung, dan menghasut demi mencari partner agar kalian kaya akan kata kata dalam mencaci dan membenci. 

menanggapi quote sebelum post ini

benci , iya aku benci menyadari bahwa kamu fana.

benci aku harus berhenti melihatmu, karena hati ini akan terenyuh dan tekad aku sebelumnya akan menjadi segitiga, tidak lagi bulat.

andai praktek semudah teori, aku akan dengan cepat mengendalikan diri, dan menyadarkan hati , bahwa kamu memang benar benar fana

Benteng ! Benteng ! Dia itu Fana !
nurin andina rosyana

aku termasuk salah satu dari seribu orang yang lebih memilih menulis untuk menceritakan ada apa sebenarnya di detik detik yang aku lewati

ketika aku menetas kata kata ku, kamu bisa mengartikan kamu sedang ada di sekitar ku, entah itu di depan , di samping kanan, di samping kiri, atau di belakang, bahkan mungkin di kepala. 

ketika paras mu menyapa tanpa ucap kata, saat itu aku menetas kan kata kata untuk mengungkapkan sapaan mu yang hangat

ketika mata mu berkeliling mencari entah seseorang entah sesuatu yang aku tau pasti itu tidak akan ada sangkut paut nya dengan aku, saat itu aku menulis di kertas yang tak akan pernah kau lihat keberadaan kertas serta hurufnya.

terima kasih untuk keindahan milikmu yang tak kamu sadari telah menginspirasiku :)

I feel like I’m flying away from the lies, while I see rainbow in your eyes.
(via zarryhendrik)

sadgenic:

Selain menulis surat dan dihanyutkan perahu kertas, sesekali ingin kucoba menulis harapan di layang-layang.

Kutulis di kertasnya yang tipis, kurekatkan pada bambu penahannya.
Kuterbangkan layangan itu, biar dia berdansa dengan udara.
Swing atau tango, entahlah.

Benangnya akan kupegang erat,

lewat tulisan amatir ini, aku penulis amatir ingin menyampaikan terima kasih

atas waktu yang singkat yang kamu gunakan untuk membuat aku menjadikan kamu inspirasi satu-satunya

kamu yang mampu menjadikan jari-jari ini menetaskan kata kata yang diperuntukan untuk kamu yang belum pernah aku peruntukan untuk orang lain

kejujuran atas keindahan parasmu adalah indah yang tak pernah tersaingi menurut aku

aku hanya ingin menjadikan aku penggemar mu dan aku hanya ingin mengagumi segala punyamu tanpa aku terjatuh hati padamu

tetaplah menjadi paras yang dijadikan poros oleh mataku, terimalah aku sebagai pengagum yang melihatmu dengan jarak, yang akan tetap bersembunyi dan tak akan pernah kamu temui.

sincerely

your secret admirer

menyukaimu itu bertahap

dimulai dari kerling mata yang sedetik demi sedetik menghipnotis

lalu gerak-gerikmu yang menjadi acuan mataku yang telah dihipnotis di tahap pertama

dilanjutkan dengan ucap katamu yang tak sengaja keluar masuk gendang telingaku

lalu paras mu yang menyadarkan aku betapa indahnya ciptaan Tuhan yang satu ini

ketika tahapan diatas selesai, tanpa ragu lagi kamu membuat aku tenggelam ke dalam segala keindahan punyamu

membuat semua titik yang aku pandang ada dirimu

membuat apa yang aku lihat (kamu) jatuh ke hati

dan jika dinding hatiku mampu menjawab, ingin aku bertanya. bisakah menyimpulkan apa yang sedang kau rasakan ditengah keindahannya?